Oleh: Nur Iskandar
Masya Allah. Saya terkesima membaca tulisan putra mahkota Sultan Hamid II Alkadrie, Max Nico. Sosok yang meninggal pada umur 78 tahun ini amat sangat cinta kepada ayah dan ibundanya.
Dari tulisannya mungkin kita bisa menghayati bagaimana cinta antara Sultan Hamid dan ibundanya. Sosok cantik jelita yang amat sangat serasi dengan Sultan Hamid II yang tampan dan rupawan.

Di balik pengetahuan kita tentang sosok Didi Van Delden yang amat sangat minim, sehingga kita hanya tahu bahwa dia adalah wanita Belanda, ternyata, melalui tulisan Max Nico, kita baru tahu siapa Didi Van Delden itu sesungguhnya. Rupanya, dia adalah wanita keturunan bangsawan dari Kerajaan Sulawesi Selatan–baca selengkapnya Didi Van Delden yang bergelar Sultana Maharatu Mas Makhota Pontianak.
Pada tanggal 19 Juni 2010, wanita Belanda terakhir yang pernah menjadi ratu salah satu dari 300 kerajaan di Indonesia meninggal pada usia 95 tahun di deen Hag Negeri Belanda.
Ia adalah Sultana Maharatu Mas Makhota Pontianak, istri dari Sultan Syarif Hamid ibni almarhum Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, lebih dikenal dengan sebutan Sultan Hamid II, yang memerintah 1945-1978 di Istana Kadriah, kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat.
